Indonesia dan Prancis menandatangani perjanjian pertahanan baru dengan fokus pada Rafale, Scorpène, dan CAESAR

Dassault Rafale. Foto: Wikimedia
Dassault Rafale. Foto: Wikimedia

Indonesia sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk membeli satu paket tambahan jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis, memperluas kontrak sebelumnya yang sudah signifikan.

+ Teknologi Kapal Selam Terkini: Mengenal Kelas Scorpène

Menurut jurnalis Prancis terkemuka Michel Cabirol, negara Asia Tenggara tersebut dapat memesan tambahan 12 unit Rafale, meskipun beberapa sumber menyebutkan jumlah yang dinegosiasikan berkisar antara 8 hingga 16 unit. Akuisisi ini akan menambah total 42 unit Rafale yang telah dikontrak sebelumnya, menjadikan Indonesia salah satu operator terbesar pesawat tersebut di luar Eropa.

Selain memperluas armada tempur, pemerintah Indonesia juga menunjukkan minat untuk menambah jumlah meriam swagerak CAESAR 155 mm/52 yang sebelumnya telah dibeli, dan sedang mempertimbangkan pembelian fregat ringan buatan Prancis untuk memperkuat kemampuan angkatan lautnya.

+ Drone Rusia hancurkan meriam CAESAR milik pasukan Ukraina dalam serangan yang terekam video

Kesepakatan tersebut diformalkan pada 28 Mei, selama kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Jakarta. Nota kesepahaman (MoU) yang relevan ditandatangani oleh Menteri Pertahanan kedua negara, menandai penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan.

Menurut sumber, penandatanganan resmi kontrak dapat dilakukan selama kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis yang dijadwalkan pada 14 Juli, yang juga merupakan Hari Nasional Prancis (Hari Bastille).

Com a possível ampliação do número de Rafales para mais de 50 unidadesDengan kemungkinan penambahan Rafale, jumlah pesawat Indonesia dapat melebihi 50 unit

Kesempatan tersebut juga bisa menjadi momen pengumuman resmi berlakunya kontrak yang ditandatangani pada Maret 2024 untuk pembangunan dua kapal selam non-nuklir kelas Scorpène untuk Angkatan Laut Indonesia — proyek kerja sama dengan Naval Group, yang mencerminkan kepercayaan Jakarta yang semakin besar terhadap industri pertahanan Prancis.

Dengan kemungkinan peningkatan jumlah Rafale menjadi lebih dari 50 unit, ditambah dengan kapal selam dan sistem artileri tambahan, Indonesia semakin mengokohkan kerja sama pertahanan berskala besar dengan Prancis, yang memiliki dampak signifikan terhadap keamanan kawasan Indo-Pasifik dan industri pertahanan Eropa.

Langkah ini juga memperkuat profil internasional Presiden Prabowo, yang terus berupaya memposisikan Indonesia sebagai kekuatan regional dengan otonomi strategis di tengah lanskap geopolitik yang semakin terpolarisasi.

Sumber: latribune. Foto: Wikimedia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top